"Welcome To My Blog.."

Rabu, 22 Juni 2011

Yang Terjadi Tak Seperti Yang Kubayangkan

Dulu tak ada sedikitpun perasaaan cinta ataupun sayang terhadapmu. Hanya sekedar sebagai teman biasa. Yaa, hanya teman biasa saja, tidak lebih dari itu.Tapi setelah kau sering mengirimkan pesan singkat kepadaku, sedikit demi sedikit perasaan yang dulu biasa, kini berubah menjadi luar biasa. Aku tak tau apakah kau juga mengirim pesan singkat itu ke semua temanmu. Tapi itu tidak penting bagiku. Yang terpenting adalah waktu yang kita habiskan untuk saling membalas pesan singkat kita secara bergantian. Hampir setiap hari itu semua terjadi. 
Suatu hari kita bertemu dalam suatu acara. Dan disitu kita tidak saling menyapa. Kita betemu lagi di suatu tempat perbelanjaan. Dan disitu kau mulai menyapaku dan berjabat tangan. Kau tidak bekata apa-apa selain mengucapkan "hai". Satu kata itu sudah membuat aku bahagia. Disitu kau tampak canggung terhadapku. Ya, memang dari dulu kita berteman, kita tidak begitu dekat. 

Malam hari aku mengirim pesan singkat kepadamu. Aku mengatakan kalau tadi kau sombong kepadaku. Tapi kau jawab pesan singkatku bahwa kau malu. Malu karena banyak teman kita. Aku tak tau mengapa kau bilang begitu. Mungkin hanya kau yang tau dengan alasan itu. Saat aku mulai membahas tentang perempuan yang dia sukai, dia tidak begitu suka. Dia tak mau kalau aku membahas perempuan itu. Dia anggap kalau perempuan itu sangat sombong  kepadanya. Aku rasa, ini awal yang baik untukku.

Tapi, setelah beberapa bulan, aku tak dapat lagi pesan singkat darinya. Aku tak tau kenapa. Sebenarnya pesan antara aku dan dia mungkin tidak begitu special atau tidak selayaknya pesan singkat antara orang yang memiliki perasaan yang sama, yaitu perasaan saling suka. Kami hanya membahas tentang kuliah dan yang paling sering yaitu tentang pertandingan sepak bola. Aku memang suka sekali dengan sepakbola, dan dia juga seorang pemain bola. 

Disaat aku tak dapat lagi pesan darinya, aku merasa kehilangan. Kehilangan sesuatu yang dulu sudah terbiasa ada, dan kini berubah menjadi tidak ada. Rasa itu pun berlanjut menjadi rasa yang seolah-olah aku tidak rela jika dia menjadi milik perempuan lain selain aku. Tapi, itu memang yang aku rasakan.

Semua berubah saat aku membuka akun yang dia punya. Aku membaca salah satu tulisan yang dia buat. Dia mengucapkan kata terima kasih yang aku yakin untuk seorang perempuan. Dan dugaanku benar, dia mengucapkan itu untuk seorang perempuan yang dia suka. Perempuan itu adalah perempuan yang dulu dia bilang sombong, perempuan yang tidak mau dia bahas lagi. Nama perempuan itu terlihat sangat jelas walaupun hanya dengan istilah huruf saja. Tapi aku mengerti itu. Sejenak setelah aku baca tulisannya itu, aku terdiam. Aku tak tau harus berbuat apa. Aku benar-benar sedih kala itu.

Dan, sekarang aku sadar kalau aku salah mencintai dirinya. Aku sadar siapa aku dan siapa dia. Kami hanya berteman, tidak lebih dari itu. Selamanya hanya akan menjadi teman saja. Biar rasa ini hanya aku dan Tuhan yang tau. Biar aku simpan sampai nanti. Sampai suatu saat aku mempunyai keberanian untuk mengungkapkan semua yang aku rasa. Tapi, itu tak tau kapan.

Ternyata semua yang aku bayangkan, semua yang aku impikan tak sama dengan apa yang terjadi saat ini. Impian untuk menjadi milikmu ternyata tidak mungkin terjadi. Aku hanya bisa berharap yang terbaik untuk aku dan untukmu. Jika kau bahagia, akupun ikut bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar